Peringati Hari Sumpah Pemuda - GAFATAR Jawa Barat Gelar Festival Bhinneka Tunggal Ika



Kampus UI, Depok (GAFATAR D03) Festival Bhinneka Tunggal Ika adalah tema kegiatan yang digelar DPD GAFATAR Jawa Barat dalam rangka memperingati 84 tahun Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini digelar pada hari Minggu (28/10) di Auditorium Gedung 9, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.


“Hari ini, kita memperingati semangat pemuda-pemudi bangsa yang pernah menyatukan diri dalam suatu ikrar kebangsaan yang mengikat seluruh pemuda-pemudi bangsa Indonesia dengan sumpah yang bernama Sumpah Pemuda. Maka mari kita melakukan refleksi terhadap nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh para pendiri bangsa yang tertuang dalam Sumpah Pemuda tersebut”, hal itu disampaikan Ketua Umum GAFATAR, Mahful M. Tumanurung dalam orasinya pada festival tersebut.


Kegiatan bertema “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa” ini dimeriahkan dengan berbagai apresiasi seni dan budaya, seperti drama, tarian daerah, pembacaan puisi dan penampilan grup musik. Uniknya, semua penampilan tersebut dilakukan oleh anak-anak Sekolah Berbasis Rumah (SBR) GAFATAR Jawa Barat.


Pada awal acara, para tamu dan undangan yang kebanyakan adalah para pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK se-Kota Depok ini disuguhkan drama yang menceritakan sejarah tercetusnya Sumpah Pemuda. Rangkaian acara selanjutnya  adalah apresiasi seni dan budaya yang sangat jelas menceritakan bahwa nuansa persatuan dan kesatuan, kehidupan penuh tepo seliro (tenggang rasa) kian hari semakin hilang dalam kehidupan bangsa saat ini. Sehingga nilai-nilai luhur bangsa yang dulu pernah ada, perlu diingatkan kembali kepada generasi muda saat ini.


Pada kesempatan yang sama, pesan-pesan tersebut ditegaskan pula oleh Dandim 0508, Letkol Infanteri M. Zamroni yang juga hadir sebagai orator.


“Sifat tepo seliro sebagai salah satu dari nilai-nilai luhur budaya bangsa, kini semakin menipis karena tertandingi oleh sifat egoisme. Maka dari itu, sifat egoisme harus kita perangi bersama, sebab perang modern yang kita hadapi hari ini adalah perang budaya. Biarlah perang fisik menjadi bagian dari tugas kami (tentara), tetapi perang budaya harus kita lawan bersama-sama”, ujar M. Zamroni dalam orasinya yang penuh semangat.


Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Romo Hartani. Dalam orasinya, ia menjelaskan sekilas perjalanan sejarah Nusantara. Menurut penjelasannya, dulu bangsa kita adalah bangsa yang besar, khususnya pada zaman Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra. Kejayaan bangsa kita saat itu bersumber dari ajaran budi pekerti yang banyak dituangkan di dalam Kitab Negarakertagama pada era Majapahit. Menurutnya, saat ini ajaran tersebut sejatinya masih ada, karena terkandung di dalam Pancasila. Keempat sila dalam Pancasila adalah syarat bagi bangsa ini untuk mencapai sila kelima, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Bangsa Indonesia.


“Apa yang sudah dibangun para pendahulu kita harus kita jaga agar jangan sampai diambil orang lain, terutama dalam hal kebudayaan. Oleh sebab itu, saya berharap agar GAFATAR tetap berpijak pada adat, budaya dan tradisi Nusantara. Jadi, GAFATAR harus beridelogi Pancasila”, ujar Romo Hartani pada kesempatan yang sama.


Puncak dari kegiatan ini adalah mengikrarkan Deklarasi Anti Tawuran dan Kekerasan yang dilakukan oleh 46 orang perwakilan dari berbagai elemen pelajar (13 SMP dan 24 SMA/SMK), pers, tokoh, ormas kepemudaan seperti Paguyuban Cinta Tanah Air, Gerakan Nurani Nusantara (GANN), Front Pembela Merah Putih (FPMP), Dandim 0508 dan Kapolres yang diwakili oleh Kompol. Kuswinarto. Adapun naskah deklarasi tersebut dibacakan oleh Eddy Faisal, SE, SH yang saat ini menjabat sebagai Staff Ahli DPR RI, Komisi IX.


“Acara ini dihadiri tidak kurang dari 800 orang yang berasal dari kalangan pelajar SMP dan SMA/SMK, pers, tokoh, dan ormas kepemudaan se-Kota Depok. Selain itu, secara internal kami juga mengundang dua DPD GAFATAR terdekat, yaitu DPD GAFATAR DKI dan DPD GAFATAR Banten”, ujar Swastanto, selaku Ketua Panitia Festival.


Menurut keterangan tertulis panitia (press release), diadakannya Deklarasi Anti Tawuran dan Kekerasan Antar Siswa, Mahasiswa, dan Pemuda se-Kota Depok ini adalah untuk menghentikan tawuran dan tindak kekerasan sebagai buah dari bibit perpecahan yang akan membuat bangsa ini lemah dan semakin terbelakang.

Aksi Donor Darah GAFATAR Serentak di Seluruh Nusantara




Nusantara (GAFATAR - DPP) - Tanggal 8 Mei merupakan hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sedunia. Sebaga organisasi kemasyarakatan yang bergerak salah satunya di bidang sosial, Gafatar juga turut memperingati hari tersebut. Yakni melalui  kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) yaitu menggelar aksi donor darah selama 4 hari dari tanggal 8-11 secara serentak diseluruh jajaran strukturnya.

Aksi donor darah serentak ini mengusung tema “Wujud Gafatar Peduli, Berbagi untuk Negeri”. Tema ini menjadi pandangan bahwa aksi donor darah Gafatar benar-benar diperuntukan bagi negeri ini. Kebutuhan kantong darah yang dikelola PMI setiap tahunnya mengalami defisit hingga 1 juta kantong, maka kesadaran akan pengamalan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dari Pancasila, serta kesadaran akan posisinya sebagai mahluk sosial menjadi dasar wujud nyata aksi ini.

Gafatar mengerahkan pengurus dan anggotanya untuk meramaikan kegiatan donor darah  ini. Tua dan muda, laki – laki dan perempuan, pendonor pemula dan pendonor rutin dari pengurus dan anggota Gafatar sangat antusias mengikuti aksi ini. Bahkan dalam aksi ini, Gafatar mampu menghimpun warga masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan terdapat pula tokoh-tokoh pejabat di masing-masing daerah yang bersedia menghadiri aksi kali ini.


Target aksi donor darah Gafatar dalam tahun 2012 yaitu dapat menghasilkan 10.000 kantong darah dari pengurus dan anggotanya. Meskipun pada bulan-bulan sebelumnya telah melaksanakan aksi donor darah dan terhimpun 2100 kantung darah, namum momentum peringatan hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sedunia ini merupakan langkah yang efisien untuk mencapai target 1 tahun. Dari hasil pelaksanaan aksi donor darah kali ini mencapai 3386 pendonor, sedangkan kantong darah yang terkumpul mencapai 2356 kantong darah. Peserta yang gagal pada aksi kali ini akan diarahkan untuk melaksanakannya tanggal 1 Juni atau 14 Juni 2012.

Pengurus DPP Gafatar dan DPD Gafatar DKI Jakarta menggelar aksi ini di UDD PMI DKI Jakarta, Jl. Kramat Raya no 47. DPD Gafatar DKI Jakarta berhasil menyumbang 125 kantong darah per hari selama 4 hari tersebut. Jumlah ini masih belum maksimal mengingat banyaknya pengurus dan anggota DKI yang siap sedia menyumbangkan darahnya namun tidak dapat melaksanakannya karena keterbatasan dari operator pengambilan darah.

Pagelaran aksi donor darah DPD Gafatar Jawa Barat dilaksanakan dibeberapa daerah; Bogor, Depok, Bekasi, Purwakarta, Bandung, dan Subang. DPK Gafatar Bogor melaksanakan aksi donor daarah di desa jampang kecamatan kemang tanggal 8 Mei 2012. Dilokasi ini pula, Ketua DPD GAFATAR Jabar turut serta melaksanakan donor darah. Sementara di Kantor Kecamatan Cipayung DPK Gafatar Depok berhasil menghimpun 159 kantong darah. Di Subang, Gafatar berhasil mengumpulkan 67 kantong darah.


Aksi donor darah dari DPD Jawa tengah berlangsung di beberapa kabupaten di Jawa Tengah yaitu Tegal, Cilacap, Kudus, Semarang dan beberapa Kabupaten lainya. Total dari keseluruhanya DPD Jawa tengah berhasil terhimpun 222 kantong darah.

Di Yogyakarta penyelenggaraan donor darah dilaksanakan secara bertahap dan diberbagai kabupaten. Donor darah secara serentak DPD GAFATAR DIY yang terkemuka dilaksanakan di Benteng Vredeburg. Ketua Cabang PMI DIY, Bapak Herry Zudianto, turut serta dalam aksi donor darah di Benteng Vredeburg. Keseluruhan kantong darah dari DPD DIY yang berhasil dihimpun sebanyak 259 kantong darah.

Pada tanggal 8 Mei 2012, Gafatar Jawa Timur melaksanakan Aksi Sosial Donor di 9 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Peserta yang terdaftar sebanyak 539 yang terdiri dari pengurus dan warga DPD Gafatar Jatim.

Di Kalimantan Timur, aksi ini digelar pada tanggal 6 dan 9 Mei 2012 di Kantor UPTD Pasar Inpres Kebun Sayur dan Plaza Kebun Sayur Balikpapan Barat. Dari masing-masing tempat tercapai 44 dan 38 kantong darah sehingga total yang dikumpulkan di Kota Balikpapan sebanyak 92 kantong.

Tepat di Ibukota Propinsi Kalimantan Barat yaitu Pontianak, pada hari Selasa 8 Mei 2012, GAFATAR Kalimantan Barat sukses menyelenggarakan kegiatan donor darah dengan  diikuti oleh  50 warganya.

Gafatar Sumatera Utara melaksanakan aksi donor darah  pada tanggal 8-10 Mei 2012. Dalam pelaksanaannya di bagi menjadi 4 titik yaitu Medan, Batubara, PMI Banda Aceh dan PMI Sibolga. Secara keseluruhan hasil kantong darah yang dapat diambil dari 175 orang peserta hanyalah 109 orang saja, dan yang gagal menjadi pendonor ada 66 orang peserta.

Lobby Kantor Gubernur Sumatera Barat menjadi tempat aksi donor darah Gafatar Sumatra Barat. Aksi ini digelar selama 2 hari, yaitu tanggal 9 dan 10 mei 2012. Jumlah kantong yang berhasil dikumpulkan sebanyak 84 kantong darah.

Gafatar Riau menyelenggarakan aksi donor darah di Jl. Arifin Ahmad Simpang Irkab Komp. Ruko H. Amin No.01 Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung pada 8-9 Mei 2012 ini berhasil menghimpun 46 kantong darah.

Aksi donor darah Gafatar Sumatra Selatan dilaksanakan di UTDC PMI Kota Palembang 8-9 Mei 2012. Mereka juga mendapatkan arahan khusus mengenai donor darah dari dokter Gina yang merupakan staf fungsional PMI kota Palembang. Total kantong darah yang terhimpun disana sebanyak 41 kantong darah.


Selain itu masih ada Gafatar Banten yang berhasil mengumpulkan 152 kantong darah, Sulawesi Selatan 124 kantong darah, Sulawesi Barat 7 kantong darah, Sulawesi Tenggara 6 kantong darah, Maluku 23 kantong darah, Papua 8 kantong darah, NTB 7 kantong darah, Jambi 15 kantong darah dan Lampung 68 kantong darah.

Aksi Tanam Pohon dan Bersih Lingkungan Candi Borobudur



Magelang, Senin (GAFATAR - D04, D05) - Magelang, 16 April 2012 DPD Gafatar Yogyakarta dan DPD Gafatar Jawa Tengah bekerja sama dengan Balai Konservasi Peninggalan Purbakala (BKPB) serta Unit Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) melakukan aksi sosial tanam pohon dan bersih lingkungan Candi Borobudur.  Agenda ini dilakukan dalam rangka memperingati World Heritage Day atau hari warisan dunia di Candi Borobudur. Jumlah yang menghadiri aksi sosial ini sebanyak 220 peserta terdiri atas Gafatar Yogyakarta sebanyak 150 orang dan Gafatar Jawa Tengah 70 orang.

Acara diawali dengan apel pagi untuk pembukaan serta peresmian simbolis oleh Balai Konservasi Borobudur. Acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan dari Ketua DPD Gerakan Fajar Nusantara D.I Yogyakarta, serta sambutan dari BKPB Borobudur yang diwakili oleh Bapak Iskandar Mulis Siregar. Secara simbolis aksi sosial dibuka oleh Kepala Unit TWCB Bapak Pujo Suwarno. Di akhir pembukaan tersebut diserahkan plakat cinderamata kerjasama dari Gafatar Jateng & DIY kepada BKPB dan TWCB oleh masing-masing pimpinan.

Pembukaan Aksi Sosial


Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan simbolisasi penanaman pohon oleh pimpinan Gafatar dan pimpinan Borobudur. Perwakilan BKPB dan TWCB melakukan penanaman pohon Sawo Kecik sementara Ketua DPD Gafatar D.I Yogyakarta dan Ketua DPD Gafatar Jawa Tengah menanam pohon Cemara Laut. Jumlah pohon yang ditanam sebanyak 60 Cemara Laut dan 15 Sawo Kecik. Dipilihnya kedua pohon ini atas rekomendasi Balai Konservasi bahwa tanaman yang boleh ditanam di sekitar candi adalah tanaman bermanfaat sebagai konservasi, akar tersebut tidak boleh merusak bangunan, tanaman tidak berpotensi sebagai sarang hama serta tanaman tersebut mengandung ajaran hidup.

Gafatar memilih kedua pohon ini karena mempunyai filosofi masing-masing, Sawo Kecik (Manilkara Kauki) mengandung makna Sarwo Becik atau “menanam kebaikan” sementara Cemara Laut (CasuarinaEquisetifolia) mempunyai esensi “petunjuk jalan”. Setelah secara simbolis, penanaman dilanjutkan oleh tim penanam pohon untuk menanam tanaman lainnya ditempat yang telah disediakan dan digali lubangnya. Proses penanman berjalan penuh hikmat dan menyenangkan.


Aksi Penanaman Pohon

Penanaman pohon selesai oleh peserta, dilanjutkan dengan aksi bersih lokasi di zona 1 sekitar taman candi Borobudur. Wilayah pembersihan dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan pembagian lokasi yang telah diatur oleh panitia. Aksi ini meliputi pemotongan rumput, pembersihan tanaman yang merambat dalam pagar pembatas Borobudur, membersihkan limbah dahan pohon kelapa, serta merapikan tanaman yang tumbuh tidak teratur. Peralatan bersih lingkungan dibawa secara mandiri oleh peserta yang meliputi mesin pemotong rumput, sabit, cangkul, sekop, karung dan lainnya. Aksi bersih ini dilakukan secara teratur dan terpadu sehingga mampu membersihkan area taman candi yang cukup luas. Aksi bersih ini selesai pada pukul 11.30 WIB.


Aksi Bersih Lingkungan Borobudur

Setelah aksi bersih lingkungan taman Borobudur selesai, seluruh peserta melakukan istirahat dan makan siang. Pukul 12.00 WIB acara dilanjutkan Sarasehan yang dimotori oleh narasumber dari Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Narasumber memberikan pemaparan tentang sejarah Borobudur serta dimensi fungsi Borobudur yaitu dimensi heritage yang harus di lestarikan dan dilindungi, dimensi religius yang harus dihormati, dan dimensi pariwisata yang harus dipikirkan secara arif dan bijak. Harmonisasi tiga sisi ini menjadi prioritas utama dalam pembangunan berkelanjutan di Borobudur. Semua elemen bangsa mempunyai hak dan kewajiban untuk melestarikan dan menjaga warisan dunia yang diakui UNESCO. Candi Borobudur beserta Mendut dan Pawon merupakan salah satu Pusaka Dunia (World Heritage List no 592) yang mendapatkan pengakuan UNESCO sejak tahun 1991.

Kawasan Candi Borobudur sangatlah kaya dan potensial yang terdiri dari bentangan alam yang sangat indah dikelilingi gunung-gunung, danau purba, tanah yang subur, serta sumber air yang kesemuanya berkaitan dalam sejarah keberadaan Candi Borobudur. Narasumber juga memberikan informasi bahwa para leluhur dalam menentukan letak candi Borobudur yang berada di pusat atau tengah-tengah pulau Jawa diceritakan dalam kitab Silva Prakarsa. Lokasi candi ini sangat strategis berada di atas bukit ibarat bunga teratai diatas Danau. Selain itu, Kepala BKPB menyebutkan bahwa di Jawa Tengah ini terdapat 6 warisan dunia yaitu Candi Borobudur, Situs Manusia Purba Sangiran, Kompleks Candi Prambanan, Batik, Wayang dan Keris. Peserta sarasehan sangat antusias mengikuti acara tersebut, banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta yang merupakan indicator ketertarikan peserta dari muatan nilai sarasehan tersebut.


Acara Sarasehan Borobudur

Setelah hampir 2 jam sarasehan dilaksanakan, maka sampailah aksi sosial ini di pengunjung acara. Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari Balai Konservasi Peninggalan Borobudur atas karya sosial Gerakan Fajar Nusantara. Harapannya Gafatar bisa menjadi teladan dan mempelopori organisasi lainnya untuk melakukan hal yang sama dalam pelestarian lingkungan hidup. Salam hangat dan jabatan tangan antara pengurus Gafatar dan Borobudur mengakhiri agenda ini sekaligus awal untuk kerja sama selanjutnya dalam membangun peradaban Nusantara secara berkelanjutan.  Dalam aksi tersebut juga banyak media yang meliput. Berikut salah satu contoh yang telah meliput dari Harian Suara Merdeka.


Aksi Tanam Pohon dan Bersih Lingkungan Borobudur Tampil di Harian Suara Merdeka

Sosialisasi GAFATAR ke Wakil Walikota Makassar


Makassar, Selasa 15 Mei 2012 – Para pengurus DPK Gafatar Makassar bertemu dengan Wakil Walikota Makassar Bapak Drs. H. Supomo Guntur, MM dikantor Walikota Makassar (15/05/2012). Pertemuan ini sebagai bentuk sosialisasi Gafatar ke semua pihak pemerintah setempat. Pihak Gafatar dipimpin oleh Ketua DPK Gafatar Makassar Hermansyah yang didampingi oleh Ketua Bidang Kepengurusan dan Keanggotaan DPD Gafatar Sulawesi Selatan  Andi Andriyanto Ramli, AMD yang juga selaku Ketua Panitia Deklarasi Daerah, serta diikuti oleh beberapa pengurus lainnya.


Andi Faisal Adyatma, SE selaku Sekretaris DPK Gafatar Makassar yang menjelaskan bahwa Gafatar adalah ormas yang bergerak dibidang sosial, budaya, kesehatan serta berlandaskan nilai-nilai universal sebagai jati diri bangsa. Perkumpulan ini dibentuk untuk mengajak putra-putri bangsa merefleksikan nilai budaya jati diri bangsa ini kepada kehidupan sehari harinya, sebab permasalahan bangsa bukanlah dari masalah ekonomi dan politik tetapi masalah moral.


"Ormas kami bertujuan sebagai wadah menghimpun putra-putri Nusantara dalam menyatukan pemahaman moral kemanusiaan dan kebangsaan yang inklusif, kokoh, cerdas, dan menyatu yang siap mempertahankan dan memperjuangkan cita-cita luhur bangsa yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Kami mempunyai visi agar terwujudnya tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang damai sejahtera, beradab, berkeadilan dan bermartabat di bawah naungan Tuhan Yang Maha Esa" ungkap Hermansyah.


Drs. H. Supomo Guntur, MM, Wakil Walikota makassar yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Kota (BNK) Makassar, mengatakan bahwa gerakan ini bagus, walaupun kecil dan masih baru tapi punya manfaat bagi banyak orang. Beliau juga memberi tanggapan mengenai generasi putra putri Indonesia yang hari ini sudah sangat banyak menyalahgunakan Narkoba. Harapannya agar Gafatar dapat membantu program Pemerintah dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Beliau juga menyatakan sanggup dihadirkan sebagai pembicara jika Gafatar mangadakan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba kepada masyarakat Kota Makassar. (A.Faisal Adiyatma)

Tarian Anak-anak GAFATAR Jateng Tampil Bersama Waljinah


Demak, Sabtu (GAFATAR - D04) - Tari Dolanan anak-anak Sekolah Berbasis Rumah (SBR) DPD GAFATAR Jawa Tengah menjadi pembuka Sarasehan Musik Keroncong bersama Maestro Keroncong,  Waljinah, di Pondok Inap dan Sasana Keroncong Citra Alam Demak, 5 Mei 2012. Acara tersebut dihadiri oleh seniman-seniman dan pecinta musik keroncong, serta datang pula komunitas pelukis kabupaten Demak.


Tarian Dolanan pada pementasan ini digarap dan dikoreografi oleh penari muda asal Jawa Tengah, Zaenal Mustofa. Para penari pementasan tersebut adalah anak anak SBR yang tergabung dalam Sanggar Bale Genggong Griya Nusantara DPD GAFATAR Jawa Tengah dengan jumlah 14 anak. Mereka menari di atas panggung dengan iringan lagu medley Jaranan, Lir Ilir, Cublak Cublak Suweng dan Gundul Gundul Pacul. Tari ini menggambarkan kepolosan anak anak yang sedang bermain bersama, belajar dan menjalin kesetiakawanan. Dalam bahasa Jawa, dolanan ini memang berarti mainan atau bermain.


Pada menit pertama tarian ini menyuguhkan gerakan tari Jawa Basic Kontemporer yang dipadu dengan empat Gunungan yang berarti penggambaran dunia dan alam semesta beserta isinya. Pembuka tari Dolanan ini berkostum pakaian adat perwakilan dari masing-masing daerah meliputi Aceh, Minangkabau, Jogjakarta, Surakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, sehingga tarian ini mewakili anak-anak di seluruh daerah di Indonesia. Setelah itu dilanjutkan pada menit ketiga dengan Tari Jaranan, gerakan yang gesit, lincah dan cepat mempunyai filosofi agar kita berfikir secara cepat, tepat dan semangat dalam hal apapun. Irama Gending Cublak Cublak suweng menjadi background musik anak anak ketika mereka ber-dolanan, bermain Cublak Cublak Suweng, Engklek, Dakon, Lumpatan, Jamuran dan Hulahop.


Banyak makna yang terkandung dalam tari Dolanan ini. Di dalam gending Lir Ilir misalnya, anak-anak diajari untuk selalu semangat, tidak mudah putus asa dalam belajar sebagai bekal hidup mereka kelak. Atau di dalam gending Gundul Gundul Pacul, anak anak diajari Wigatining Wong Ngaurip, syair Jawa yang sederhana itu mengajarkan Ilmu Kehidupan tentang kesederhanaan, kejujuran, kebersamaan dan filosofi agar menjadi pemimpin yang smart, arif, dan bijaksana dan jangan ceroboh agar keadilan, kedamaian dan kesejahteraan dapat tercapai. Di akhir tari tersebut anak-anak bermain Umpetan atau Petak Umpet dengan ber-Hom-Pim-Pah terdahulu, yang mengundang gelak tawa dan senyum penonton.

GAFATAR Karanganyar Peduli Kebersihan Lingkungan



Karanganyar, Minggu (GAFATAR-D04) - Dengan semboyan “Bersih Pangkal Sehat”, Gerakan Fajar Nusantara Karanganyar bersama-sama dengan warga di lingkungan kantor DPK GAFATAR Karanganyar yang beralamatkan di Perum Griya Adi No A5 Celep Kidul RT 03 RW 05 Kel. Dagen Kec. Jaten pada hari Minggu tanggal 25 Maret 2012 melaksanakan kerja bakti.

Kegiatan kerja bakti dimulai sejak pukul 07.00 WIB yang dikoordinir langsung oleh Ketua RT setempat yaitu Bapak Muslim. Kurang lebih 20 anggota GAFATAR dan 10 dari warga sekitar bergabung dalam kegiatan ini. Kesempatan ini juga menjadi ajang untuk bersosialisasi kembali di lingkungan  Kantor DPK GAFATAR khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Ketua RT menyambut baik adanya GAFATAR di lingkungan setempat, serta memberikan apresiasi positif kepada GAFATAR karena jiwa sosialnya. Kegiatan ini rutin diselenggarakan satu bulan sekali dari warga di Perum Griya Adi ini, oleh karena itu sekarang pun kegiatan kerja bakti ini menjadi agenda rutin juga di DPK GAFATAR Karanganyar.

Festival Budaya dan Deklarasi Daerah GAFATAR DKI Jakarta





Jakarta, Sabtu (GAFATAR-D01) - Gerakan Fajar Nusantara sebagai wadah menghimpun putera-puteri Nusantara dalam menyatukan pemahaman moral kemanusiaan dan kebangsaan, dalam hal ini DPD GAFATAR DKI Jakarta menyelenggarakan acara Deklarasi Daerah dan Festival Budaya  pada hari sabtu kemarin (31/3) bertempat di Taman Fatahillah Museum Sejarah Jakarta.


 


Acara yang dihadiri sekitar 1200 peserta dan tamu undangan serta stan-stan kuliner khas Nusantara disekitar acara berjalan dengan tertib dan meriah walaupun cuaca pada hari itu bisa dikatakan panas. Deklarasi ini dibuka oleh perwakilan abang-none dari masing-masing DPK GAFATAR DKI Jakarta dan tari ondel-ondel oleh anak-anak Homeschooing GAFATAR. 


 


Dilanjutkan dengan khidmat dan semangat seluruh peserta berdiri untuk bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan  Indonesia Raya. Adapula penampilan dari karate LEMKARI  homeschoolIing DPD GAFATAR DKI Jakarta sebelum pidato sambutan ketua panitia. "Acara ini adalah upaya kami dalam merefleksikan nilai kearifan lokal dan kebudayaan semata karena bentuk kesadaran bahwa itulah satu-satunya jalan keluar dari semua permasalahan kehidupan berkebangsaan”, ujar Sugeng Triyanto di dalam sambutannya sebagai ketua panitia deklarasi.


 


Sebagai pembicara tamu pada acara tersebut hadir Bapak Ridwan Saidi sebagai budayawan betawi yang banyak mempelajari sejarah dan budaya asli betawi. Di dalam pidatonya beliau sedikit bercerita tentang sejarah jakarta dimana Fatahillah datang ke Sunda Kelapa (Jakarta) bukan dalam misi menyebarkan Islam, tetapi merebut pelabuhan Sunda Kelapa sebagai utusan Sunan Gunung Jati dari Cirebon.


 


Acara pun dilanjutkan dengan konfigurasi silat betawi yang merupakan salah satu bagian warisan asli masyarakat di  Nusantara. Tebasan golok yang menari-nari dimainkan dengan lincah sekaligus menarik oleh para jawara-jawara, sebutan yang diberikan bagi para pemain silat betawi. Atraksi pertarungan satu orang melawan beberapa musuh serta atraksi bantingan dengan tangan kosong membuat pertunjukan menjadi semakin seru.




Tiba-tiba bunyi rentetan petasan mengagetkan para peserta deklarasi dan tamu undangan. Sebagai tanda bahwa Ketua DPD GAFATAR DKI Jakarta akan menyampaikan pidatonya. Tetapi tidak semudah yang dibayangkan, Lucky Akri Wibowo yang didampingi oleh dua orang jawara dihalangi oleh jawara lain yang sebelumnya berada diatas panggung. Beliau harus melewati palang pintu yang dijaga oleh para pendekar silat betawi. Adu pantun dan pertunjukkan adu silat pun terjadi, saat jago-jago silat dari kubu Lucky Akri Wibowo menang barulah Ketua DPD GAFATAR DKI Jakarta bisa melakukan pidatonya.


 


Disampaikan dalam pidatonya mengajak para peserta, tamu undangan dan seluruh warga Jakarta untuk bisa bekerja sama di dalam mewujudkan masyarakat yang damai sejahtera dibawah bimbingan Tuhan Yang Maha Esa. Aksi-aksi yang sudah dilakukan sebelum deklarasi ini digelar pun disebutkan dalam pidatonya. “Bila dirata-rata dalam satu bulan ada 49 aksi program nyata yang dilakukan oleh DPD DKI Jakarta. Selanjutnya di bulan April kami akan melaksanakan penanaman 2000 pohon, lanjutan program donor darah dengan target 1300 kantong darah, dan telah dibentuk tim relawan yang siap diturunkan dalam penanggulangan bencana dan akan berkoordinasi dengan instansi yang berwenang.” Ujarnya.


Mars GAFATAR pun terdengar dan dinyanyikan oleh paduan suara homeschooling GAFATAR. Sebagai acara lanjutan, taekwondo GAFATAR mempertunjukkan kebolehannya dalam memainkan jurus-jurus indah nan mematikan. Atraksi bantingan hingga melakukan tendangan dengan cara melompat di ketinggian 3 meter dikemas secara menarik membuat decak kagum para peserta dan tamu undangan.


 


Selesai atraksi taekwondo GAFATAR, Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara, Mahful M Tumanurung MA menaiki panggung diiringi tepuk tangan dari para peserta deklarasi. Visi misi GAFATAR ia paparkan dengan lugas serta bersemangat, membuat para peserta berdiam diri penuh perhatian mendengarkan pidato yang disampaikan.  “Janji sudah kita dengungkan, tekad sudah kita tanamkan, semua ini tidak akan bermanfaat bagi tanah air kita, apabila janji dan tekad ini tidak kita amalkan dengan amalan yang nyata. Sekarang saatnya kita buktikan kepada Nusantara, khususnya di Ibukota ini, apa yang telah menjadi cita dan tekad kita bersama melalui aksi-aksi nyata dan kesalehan sosial. Mari bersama kita bantu Pemerintah DKI Jakarta wujudkan visiJakarta yang aman dan sejahtera untuk semua.” Berkali-kali beliau menyampaikan bahwa GAFATAR tidak akan pernah berevolusi menjadi partai politik atau berafiliasi dengan partai politik manapun. “jangan pernah melacurkan diri atau menggadaikan moral spiritual diri dan Organisasi, hanya demi kepentingan yang menipu.” Begitu pesan Ketua Umum GAFATAR di akhir pidatonya.




Memasuki acara inti, pertunjukkan barongsai mengawali acara selanjutnya. Setelah itu dua puluh satu deklarator memasuki panggung untuk bersiap-siap melakukan deklarasi. Sebelum narasi deklarasi daerah DPD GAFATAR DKI Jakarta dibacakan, secara simbolisasi Ketua Umum melakukan serah terima petaka kepada Ketua DPD DKI Jakarta. Pemukulan Gong oleh wakil ketua DPD GAFATAR DKI Jakarta, Iman Sumiarsa, bunyi petasan, pelepasan burung merpati, dan pemukulan kentongan oleh seluruh peserta deklarasi menandakan berakhirlah sudah deklarasi daerah dan festival budaya yang diselenggarakan. Terakhir kali seluruh simpatisan dan tamu undangan yang hadir berdiri dan  menyanyikan mars GAFATAR dengan penuh semangat dan harapan dengan diadakannya deklarasi pada hari tersebut.


Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Welcome To Fadli Arvian Blog, Blog Ini Membahas Tentang, Berita2 Terkini, Daftar Harga Hp Terupdate, Hal2 Unik Dsb. Bagi kalian yang gak mau ketinggalan Berita Terkini, Daftar Harga Hp Terupdate, Hal2 Unik Dsb.Terus Kunjungi Blog Ini Ya :)...

Pengikut

Welcome Guys