Tarian Anak-anak GAFATAR Jateng Tampil Bersama Waljinah


Demak, Sabtu (GAFATAR - D04) - Tari Dolanan anak-anak Sekolah Berbasis Rumah (SBR) DPD GAFATAR Jawa Tengah menjadi pembuka Sarasehan Musik Keroncong bersama Maestro Keroncong,  Waljinah, di Pondok Inap dan Sasana Keroncong Citra Alam Demak, 5 Mei 2012. Acara tersebut dihadiri oleh seniman-seniman dan pecinta musik keroncong, serta datang pula komunitas pelukis kabupaten Demak.


Tarian Dolanan pada pementasan ini digarap dan dikoreografi oleh penari muda asal Jawa Tengah, Zaenal Mustofa. Para penari pementasan tersebut adalah anak anak SBR yang tergabung dalam Sanggar Bale Genggong Griya Nusantara DPD GAFATAR Jawa Tengah dengan jumlah 14 anak. Mereka menari di atas panggung dengan iringan lagu medley Jaranan, Lir Ilir, Cublak Cublak Suweng dan Gundul Gundul Pacul. Tari ini menggambarkan kepolosan anak anak yang sedang bermain bersama, belajar dan menjalin kesetiakawanan. Dalam bahasa Jawa, dolanan ini memang berarti mainan atau bermain.


Pada menit pertama tarian ini menyuguhkan gerakan tari Jawa Basic Kontemporer yang dipadu dengan empat Gunungan yang berarti penggambaran dunia dan alam semesta beserta isinya. Pembuka tari Dolanan ini berkostum pakaian adat perwakilan dari masing-masing daerah meliputi Aceh, Minangkabau, Jogjakarta, Surakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, sehingga tarian ini mewakili anak-anak di seluruh daerah di Indonesia. Setelah itu dilanjutkan pada menit ketiga dengan Tari Jaranan, gerakan yang gesit, lincah dan cepat mempunyai filosofi agar kita berfikir secara cepat, tepat dan semangat dalam hal apapun. Irama Gending Cublak Cublak suweng menjadi background musik anak anak ketika mereka ber-dolanan, bermain Cublak Cublak Suweng, Engklek, Dakon, Lumpatan, Jamuran dan Hulahop.


Banyak makna yang terkandung dalam tari Dolanan ini. Di dalam gending Lir Ilir misalnya, anak-anak diajari untuk selalu semangat, tidak mudah putus asa dalam belajar sebagai bekal hidup mereka kelak. Atau di dalam gending Gundul Gundul Pacul, anak anak diajari Wigatining Wong Ngaurip, syair Jawa yang sederhana itu mengajarkan Ilmu Kehidupan tentang kesederhanaan, kejujuran, kebersamaan dan filosofi agar menjadi pemimpin yang smart, arif, dan bijaksana dan jangan ceroboh agar keadilan, kedamaian dan kesejahteraan dapat tercapai. Di akhir tari tersebut anak-anak bermain Umpetan atau Petak Umpet dengan ber-Hom-Pim-Pah terdahulu, yang mengundang gelak tawa dan senyum penonton.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Welcome To Fadli Arvian Blog, Blog Ini Membahas Tentang, Berita2 Terkini, Daftar Harga Hp Terupdate, Hal2 Unik Dsb. Bagi kalian yang gak mau ketinggalan Berita Terkini, Daftar Harga Hp Terupdate, Hal2 Unik Dsb.Terus Kunjungi Blog Ini Ya :)...

Pengikut

Welcome Guys